# Kantor Konsultan Aktuaria Azwir Arifin dan Rekan > Konsultan Aktuaria PSAK 219 | Dana Pensiun | Asuransi | Jakarta ## Posts - [Employee Benefits PSAK 219 : Apakah Perusahaan Sudah Menghitung “Harga” dari Kesejahteraan Karyawan?](https://azwiraktuaria.co.id/employee-benefits-psak-219-apakah-perusahaan-sudah-menghitung-harga-dari-kesejahteraan-karyawan/): Pembuka Kesejahteraan karyawan merupakan bagian penting dari strategi perusahaan. Namun di balik berbagai program kesejahteraan terdapat konsekuensi finansial yang perlu dipahami. Karyawan Hari Ini, Kewajiban di Masa Depan Program pensiun, pesangon, dan manfaat jangka panjang dapat menciptakan kewajiban perusahaan di masa depan. Kewajiban tersebut perlu dipahami sejak dini. Mengapa Perhitungan Aktuaria Diperlukan? Aktuaria membantu mengestimasi kewajiban manfaat berdasarkan karakteristik tenaga kerja dan asumsi yang relevan. Perusahaan dapat melihat nilai kewajiban, proyeksi, sensitivitas, dan kebutuhan perencanaan. Bukan Hanya untuk Finance HR memahami kebijakan manfaat, Finance memahami dampak finansial, Management menentukan strategi, dan aktuaris membantu mengukur kewajiban serta risiko. Kolaborasi ini membuat employee... - [Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Valuasi Aktuaria Secara Berkala?](https://azwiraktuaria.co.id/mengapa-perusahaan-perlu-melakukan-valuasi-aktuaria-secara-berkala/): Valuasi aktuaria bukan sekadar kewajiban administratif. Hasilnya dapat memberikan gambaran penting mengenai kondisi dan kewajiban finansial perusahaan. Apa Itu Valuasi Aktuaria? Valuasi aktuaria merupakan proses untuk memperkirakan nilai kewajiban finansial yang berkaitan dengan manfaat yang akan diterima di masa depan. Perhitungan mempertimbangkan karakteristik tenaga kerja, manfaat yang dijanjikan, serta asumsi aktuaria yang relevan. Mengapa Dilakukan Secara Berkala? Jumlah karyawan, struktur usia, gaji, kebijakan manfaat, dan asumsi ekonomi dapat berubah. Akibatnya, kewajiban aktuaria juga dapat berubah. Valuasi berkala membantu perusahaan melihat perkembangan kewajiban secara lebih dini. Manfaat bagi Manajemen Informasi aktuaria dapat mendukung pelaporan, perencanaan kebutuhan dana, evaluasi program manfaat, dan pengelolaan... - [Aktuaria Modern: Bukan Sekadar Menghitung, tetapi Membaca Masa Depan](https://azwiraktuaria.co.id/aktuaria-modern-bukan-sekadar-menghitung-tetapi-membaca-masa-depan/): Ketika dunia bisnis berubah semakin cepat, perusahaan tidak hanya membutuhkan angka. Perusahaan membutuhkan kemampuan untuk memahami apa yang mungkin terjadi di masa depan. Di sinilah aktuaria memainkan peran penting. Mengapa Masa Depan Perlu Dihitung? Tidak ada perusahaan yang benar-benar mengetahui apa yang akan terjadi lima atau sepuluh tahun mendatang. Harga, suku bunga, biaya kesehatan, struktur tenaga kerja, dan kondisi ekonomi dapat berubah. Perubahan tersebut dapat memberikan dampak finansial yang signifikan. Aktuaria sebagai Alat Pengambilan Keputusan Nilai pekerjaan aktuaria bukan sekadar menghasilkan angka. Hasil analisis harus membantu manajemen memahami kewajiban, proyeksi, sensitivitas asumsi, dan berbagai skenario sehingga keputusan dapat dibuat dengan lebih... - [Daftar Pengungkapan (Disclosure) yang Diwajibkan oleh PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/daftar-pengungkapan-disclosure-yang-diwajibkan-oleh-psak-219/): Perusahaan sering kali telah melakukan perhitungan kewajiban imbalan kerja dengan benar, tetapi masih menghadapi pertanyaan dari auditor ketika proses audit berlangsung. Penyebabnya tidak selalu berasal dari angka yang disajikan, melainkan dari pengungkapan dalam laporan keuangan yang belum memadai. Dalam praktiknya, pengungkapan memiliki peran yang sama pentingnya dengan proses pengukuran. Informasi tersebut membantu pengguna laporan keuangan memahami bagaimana kewajiban imbalan kerja dihitung, asumsi apa yang digunakan, serta risiko yang dapat memengaruhi kewajiban tersebut di masa mendatang. Melalui PSAK 219, perusahaan tidak hanya diwajibkan mengakui dan mengukur kewajiban imbalan kerja, tetapi juga menyampaikan informasi yang cukup agar laporan keuangan memberikan gambaran yang transparan... - [Pengakuan Biaya Jasa Kini dan Biaya Bunga dalam Komponen Laba Rugi](https://azwiraktuaria.co.id/pengakuan-biaya-jasa-kini-dan-biaya-bunga-dalam-komponen-laba-rugi/): Perusahaan sering kali berfokus pada besarnya liabilitas imbalan kerja yang tercatat di laporan posisi keuangan. Padahal, dampak yang paling langsung dirasakan manajemen biasanya justru muncul pada laporan laba rugi. Beban imbalan kerja dapat memengaruhi profitabilitas, margin usaha, hingga penilaian investor dan kreditur terhadap kinerja perusahaan. Dalam praktiknya, dua komponen yang paling sering menjadi perhatian adalah biaya jasa kini (current service cost) dan biaya bunga atau bunga neto (net interest). Keduanya diakui dalam laba rugi, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Memahami perbedaan ini penting agar perusahaan dapat menerapkan PSAK 219 secara tepat sekaligus menjelaskan perubahan beban kepada auditor maupun pemangku kepentingan lainnya.... - [Asumsi Kenaikan Gaji dan Dampak Signifikannya pada Valuasi Imbalan Kerja](https://azwiraktuaria.co.id/asumsi-kenaikan-gaji-dan-dampak-signifikannya-pada-valuasi-imbalan-kerja/): Banyak perusahaan berfokus pada tingkat diskonto ketika membahas valuasi imbalan kerja, tetapi justru mengabaikan satu asumsi lain yang sering memberikan dampak besar terhadap hasil perhitungan, yaitu asumsi kenaikan gaji. Padahal, perubahan kecil pada asumsi ini dapat memengaruhi besarnya kewajiban imbalan kerja yang disajikan dalam laporan keuangan. Situasi ini sering muncul ketika perusahaan mengalami perubahan kebijakan remunerasi, inflasi yang meningkat, atau ekspansi bisnis yang mendorong kenaikan gaji di atas rata-rata. Jika asumsi yang digunakan tidak lagi mencerminkan kondisi aktual, hasil valuasi dapat menjadi kurang representatif dan berpotensi menimbulkan pertanyaan dari auditor maupun manajemen. Dalam penerapan PSAK 219, asumsi kenaikan gaji merupakan salah... - [Kesalahan Umum HR dan Keuangan dalam Menyediakan Data untuk PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/kesalahan-umum-hr-dan-keuangan-dalam-menyediakan-data-untuk-psak-219/): Menjelang proses tutup buku atau audit, banyak perusahaan baru menyadari bahwa data yang dibutuhkan untuk perhitungan imbalan kerja ternyata belum lengkap. Ada data karyawan yang tidak diperbarui, riwayat mutasi yang hilang, hingga informasi gaji yang berbeda antara HR dan bagian keuangan. Akibatnya, proses valuasi menjadi lebih lama, auditor meminta klarifikasi tambahan, bahkan laporan keuangan berpotensi mengalami penyesuaian. Dalam praktiknya, tantangan terbesar bukan selalu terletak pada metode perhitungan, tetapi pada kualitas data yang menjadi dasar perhitungan tersebut. PSAK 219 menuntut pengakuan dan pengukuran kewajiban imbalan kerja berdasarkan informasi yang andal sehingga data yang disiapkan HR dan Finance memiliki peran yang sangat penting.... - [Sensitivitas Asumsi Aktuaria terhadap Perubahan Laporan Keuangan PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/sensitivitas-asumsi-aktuaria-terhadap-perubahan-laporan-keuangan-psak-219/): Perubahan kecil pada asumsi aktuaria sering kali menghasilkan perubahan yang signifikan pada laporan keuangan perusahaan. Tidak sedikit manajemen yang terkejut ketika nilai kewajiban imbalan kerja meningkat atau menurun cukup besar, padahal jumlah karyawan relatif stabil dan tidak ada perubahan besar dalam kebijakan perusahaan. Situasi ini umum terjadi karena perhitungan kewajiban imbalan kerja tidak hanya dipengaruhi oleh data karyawan, tetapi juga oleh berbagai asumsi ekonomi dan demografis. Dalam penerapan PSAK 219, asumsi tersebut menjadi fondasi utama dalam menentukan nilai kewajiban yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Bagi CFO, Finance Manager, HR Manager, maupun auditor, memahami sensitivitas asumsi aktuaria menjadi penting agar perubahan... - [Asumsi Demografi vs Asumsi Finansial: Apa Pengaruhnya pada Valuasi?](https://azwiraktuaria.co.id/asumsi-demografi-vs-asumsi-finansial/): Perhitungan kewajiban imbalan kerja sering kali dipandang sebagai proses yang hanya bergantung pada rumus atau perangkat lunak aktuaria. Padahal, hasil valuasi sangat dipengaruhi oleh asumsi yang digunakan. Dua perusahaan dengan jumlah karyawan yang sama dapat menghasilkan nilai kewajiban yang berbeda hanya karena menggunakan asumsi yang berbeda. Inilah alasan mengapa auditor, manajemen, dan pemangku kepentingan lain tidak hanya melihat hasil akhir valuasi, tetapi juga mengevaluasi dasar asumsi yang digunakan. Dalam praktiknya, asumsi yang kurang tepat dapat memengaruhi laporan keuangan, pengambilan keputusan, hingga kepatuhan terhadap PSAK 219. Salah satu hal yang paling penting untuk dipahami adalah perbedaan antara asumsi demografi dan asumsi finansial.... - [Strategi Menentukan Tingkat Diskonto untuk Kewajiban PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/strategi-menentukan-tingkat-diskonto-untuk-kewajiban-psak-219/): Banyak perusahaan menganggap tingkat diskonto hanyalah salah satu asumsi dalam perhitungan imbalan kerja. Padahal, perubahan yang tampak kecil pada asumsi ini dapat menghasilkan perubahan yang signifikan terhadap nilai kewajiban yang disajikan dalam laporan keuangan. Tidak jarang CFO, Finance Manager, maupun HR menghadapi pertanyaan auditor ketika nilai liabilitas imbalan kerja berubah cukup besar dibanding tahun sebelumnya, sementara jumlah karyawan relatif stabil. Dalam praktiknya, tingkat diskonto bukan sekadar angka yang dipilih agar hasil perhitungan terlihat lebih rendah atau lebih tinggi. Asumsi ini harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal pelaporan dan mengikuti ketentuan yang berlaku dalam PSAK 219. Karena itu, strategi penentuannya memerlukan pendekatan... - [Cara Kerja Metode Projected Unit Credit (PUC) pada PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/cara-kerja-metode-projected-unit-credit-puc-pada-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya metode Projected Unit Credit (PUC) ketika proses audit sedang berlangsung atau saat nilai liabilitas imbalan kerja berubah cukup signifikan. Padahal, metode ini bukan sekadar teknik perhitungan aktuaria, tetapi menjadi dasar dalam menentukan kewajiban imbalan kerja yang disajikan dalam laporan keuangan sesuai PSAK 219. Jika metode yang digunakan atau asumsi yang diterapkan kurang tepat, dampaknya tidak hanya pada angka liabilitas, tetapi juga dapat memengaruhi beban perusahaan, ekuitas, hingga proses audit. Oleh karena itu, memahami cara kerja metode PUC menjadi penting bagi manajemen, tim HR, maupun bagian keuangan. Mengapa PSAK 219 Menggunakan Metode Projected Unit Credit? PSAK 219... - [Memahami Asumsi Aktuaria dalam Valuasi Imbalan Kerja PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/memahami-asumsi-aktuaria-dalam-valuasi-imbalan-kerja-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya asumsi aktuaria ketika hasil valuasi imbalan kerja berubah cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak jarang manajemen mempertanyakan mengapa kewajiban meningkat padahal jumlah karyawan relatif stabil. Di sisi lain, auditor sering meminta penjelasan atas perubahan asumsi yang digunakan dalam perhitungan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa valuasi imbalan kerja bukan sekadar proses menghitung kewajiban. Hasil akhirnya sangat dipengaruhi oleh asumsi yang digunakan untuk memproyeksikan kondisi ekonomi maupun karakteristik karyawan di masa depan. Oleh karena itu, memahami asumsi aktuaria menjadi bagian penting dalam penerapan PSAK 219 agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Mengapa Asumsi Aktuaria Menjadi... - [Peran Kritis Aktuaris dalam Menghitung Kewajiban PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/peran-kritis-aktuaris-dalam-menghitung-kewajiban-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya perhitungan kewajiban imbalan kerja ketika proses audit tahunan dimulai. Pada saat auditor meminta laporan aktuaria atau meminta penjelasan atas perubahan nilai kewajiban yang cukup signifikan, tim keuangan dan HR sering kali harus bekerja dalam waktu yang terbatas untuk memastikan seluruh angka yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan. Padahal, kewajiban imbalan kerja bukan sekadar hasil perhitungan matematis. Nilainya dipengaruhi oleh berbagai asumsi ekonomi dan demografi, seperti tingkat diskonto, kenaikan gaji, usia pensiun, tingkat pengunduran diri, hingga harapan hidup karyawan. Kesalahan dalam menetapkan asumsi tersebut dapat berdampak langsung pada laporan keuangan perusahaan. Dalam konteks inilah peran aktuaris menjadi sangat penting.... - [Hubungan Antara UU Cipta Kerja dan Penerapan PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/hubungan-antara-uu-cipta-kerja-dan-penerapan-psak-219/): Perubahan regulasi ketenagakerjaan sering kali dipahami hanya sebagai urusan HR atau bagian legal. Padahal, setiap perubahan terhadap hak dan kewajiban karyawan juga dapat berdampak langsung pada laporan keuangan perusahaan. Inilah yang terjadi ketika Undang-Undang Cipta Kerja beserta aturan turunannya mengubah sejumlah ketentuan mengenai hubungan kerja, pesangon, kompensasi, dan manfaat lainnya. Bagi perusahaan yang menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan, perubahan tersebut tidak berhenti pada aspek kepatuhan ketenagakerjaan. Dampaknya juga harus tercermin dalam pengakuan dan pengukuran kewajiban imbalan kerja sesuai PSAK 219. Oleh karena itu, HR, Finance, dan manajemen perlu memahami bahwa regulasi ketenagakerjaan dan standar akuntansi saling berkaitan. Mengapa UU... - [Daftar Istilah Kunci dalam PSAK 219 yang Wajib Dipahami HR dan Akuntan](https://azwiraktuaria.co.id/daftar-istilah-kunci-dalam-psak-219-yang-wajib-dipahami-hr-dan-akuntan/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya memahami istilah dalam PSAK 219 ketika proses audit sudah berjalan atau saat laporan aktuaria diminta oleh auditor. Akibatnya, diskusi antara tim HR, finance, dan auditor sering kali memakan waktu lebih lama karena setiap pihak memiliki pemahaman yang berbeda terhadap istilah yang digunakan. Padahal, memahami istilah dalam PSAK 219 bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan. Pemahaman yang baik juga memudahkan perusahaan dalam mengambil keputusan terkait kebijakan imbalan kerja, perubahan program manfaat, hingga pengelolaan risiko keuangan jangka panjang. Bagi HR, istilah-istilah ini berkaitan dengan kebijakan kompensasi dan manfaat karyawan. Sementara bagi akuntan, istilah tersebut berpengaruh langsung terhadap... - [Kapan Perusahaan Harus Mulai Melakukan Penilaian PSAK 219?](https://azwiraktuaria.co.id/kapan-perusahaan-harus-mulai-melakukan-penilaian-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya penilaian imbalan kerja ketika proses audit tahunan sudah berjalan. Pada saat itu, tim keuangan harus segera menyiapkan perhitungan kewajiban imbalan kerja, sementara data karyawan belum lengkap atau asumsi yang digunakan belum pernah ditinjau. Akibatnya, proses penyusunan laporan keuangan menjadi lebih lambat dan berpotensi memunculkan pertanyaan dari auditor. Situasi seperti ini sebenarnya dapat dihindari apabila perusahaan memahami kapan penilaian berdasarkan PSAK 219 sebaiknya mulai dilakukan. Penilaian yang tepat waktu bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan pelaporan keuangan, tetapi juga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kewajiban perusahaan kepada karyawan. Mengapa Waktu Penilaian Menjadi Penting? PSAK 219 mengatur perlakuan... - [Imbalan Jangka Pendek vs Jangka Panjang Menurut PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/imbalan-jangka-pendek-vs-jangka-panjang-menurut-psak-219/): Perusahaan sering kali lebih fokus pada besarnya biaya kompensasi karyawan dibandingkan cara mengklasifikasikan imbalan kerja tersebut. Padahal, kesalahan dalam membedakan imbalan jangka pendek dan jangka panjang dapat memengaruhi penyajian laporan keuangan, proses audit, hingga keputusan manajemen. Dalam praktiknya, klasifikasi ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi berkaitan langsung dengan pengukuran kewajiban dan beban yang harus diakui perusahaan. Bagi tim HR dan Finance, memahami perbedaan kedua jenis imbalan tersebut menjadi semakin penting sejak penerapan PSAK 219. Standar ini mengatur bagaimana perusahaan mengakui, mengukur, dan mengungkapkan berbagai bentuk imbalan kerja agar laporan keuangan mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya. Mengapa Klasifikasi Imbalan Kerja Menjadi Penting?... - [Konsep Imbalan Pascakerja: Pengertian dan Cara Kerjanya di PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/konsep-imbalan-pascakerja-pengertian-dan-cara-kerjanya-di-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari besarnya kewajiban imbalan pascakerja ketika proses audit laporan keuangan sedang berlangsung. Pada tahap tersebut, muncul pertanyaan mengenai dasar perhitungan, asumsi aktuaria, hingga kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku. Kondisi ini sering menyebabkan perusahaan harus bekerja dalam waktu yang terbatas untuk melengkapi dokumentasi yang dibutuhkan. Padahal, imbalan pascakerja bukan sekadar kewajiban administratif. Nilainya dapat memengaruhi posisi keuangan perusahaan, laba rugi, hingga keputusan bisnis jangka panjang. Oleh karena itu, pemahaman mengenai konsep imbalan pascakerja menjadi penting, terutama sejak penerapan PSAK 219 sebagai standar yang mengatur akuntansi atas imbalan kerja. Memahami cara kerja imbalan pascakerja sejak awal membantu perusahaan mengelola... - [Mengapa Perusahaan Skala Menengah Wajib Memahami PSAK 219?](https://azwiraktuaria.co.id/mengapa-perusahaan-skala-menengah-wajib-memahami-psak-219/): Banyak perusahaan skala menengah beranggapan bahwa standar akuntansi mengenai imbalan kerja hanya menjadi perhatian perusahaan besar dengan ribuan karyawan. Padahal, kenyataannya tidak demikian. Ketika jumlah karyawan terus bertambah, masa kerja semakin panjang, dan kewajiban imbalan kerja meningkat, perusahaan mulai menghadapi konsekuensi yang dapat memengaruhi laporan keuangan, proses audit, hingga pengambilan keputusan bisnis. Dalam praktiknya, tidak sedikit perusahaan baru menyadari pentingnya perhitungan imbalan kerja ketika auditor meminta dokumentasi pendukung atau ketika manajemen menemukan perubahan signifikan pada nilai liabilitas yang tercatat. Situasi seperti ini dapat dihindari apabila perusahaan memahami penerapan PSAK 219 sejak dini dan mempersiapkan proses perhitungannya secara memadai. PSAK 219 Bukan... - [Mengenal 4 Klasifikasi Imbalan Kerja dalam Kerangka PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/mengenal-4-klasifikasi-imbalan-kerja-dalam-kerangka-psak-219/): Perusahaan sering kali berfokus pada pengelolaan biaya operasional, investasi, atau pertumbuhan bisnis, tetapi kurang memperhatikan kewajiban imbalan kerja yang terus berkembang seiring bertambahnya masa kerja karyawan. Padahal, kesalahan dalam mengklasifikasikan imbalan kerja dapat memengaruhi laporan keuangan, proses audit, hingga pengambilan keputusan manajemen. Dalam praktiknya, tidak semua bentuk kompensasi kepada karyawan diperlakukan dengan cara yang sama. PSAK 219 mengelompokkan imbalan kerja ke dalam beberapa klasifikasi berdasarkan karakteristik manfaat dan waktu pemberiannya. Pemahaman terhadap klasifikasi ini membantu perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi yang tepat sekaligus mengurangi risiko kesalahan pelaporan. Bagi perusahaan yang memiliki jumlah karyawan besar atau program manfaat yang beragam, memahami empat klasifikasi... - [Perbedaan Utama PSAK 219 dengan Standar Akuntansi Sebelumnya](https://azwiraktuaria.co.id/perbedaan-utama-psak-219-dengan-standar-akuntansi-sebelumnya-2/): Perusahaan yang selama ini terbiasa menggunakan referensi PSAK 24 sering kali menganggap perubahan ke PSAK 219 hanya sebatas pergantian nomor standar. Padahal, dalam praktiknya, transisi tersebut tetap perlu dipahami dengan baik karena berdampak pada cara perusahaan mengelola dokumentasi, pelaporan, dan kepatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku. Bagi tim finance, HR, maupun auditor, pemahaman yang kurang tepat dapat menimbulkan kebingungan saat menyusun laporan keuangan atau melakukan komunikasi selama proses audit. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa yang benar-benar berubah dan apa yang sebenarnya tetap sama. Mengapa PSAK 24 Berubah Menjadi PSAK 219? Perubahan dari PSAK 24 menjadi PSAK 219 merupakan bagian... - [Ruang Lingkup dan Definisi Imbalan Kerja Berdasarkan PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/ruang-lingkup-dan-definisi-imbalan-kerja-berdasarkan-psak-219-2/): Perusahaan sering kali menganggap imbalan kerja hanya sebatas gaji, bonus, atau pesangon. Padahal, ruang lingkup imbalan kerja berdasarkan PSAK 219 jauh lebih luas dan memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan, proses audit, serta pengambilan keputusan bisnis. Kesalahan dalam memahami definisi dan cakupan imbalan kerja dapat menyebabkan pengakuan kewajiban yang tidak tepat, penyajian laporan keuangan yang kurang akurat, hingga munculnya temuan dalam proses audit. Bagi perusahaan dengan jumlah karyawan yang besar atau memiliki berbagai program kesejahteraan, memahami ruang lingkup imbalan kerja bukan hanya menjadi kewajiban kepatuhan, tetapi juga bagian dari pengelolaan risiko keuangan jangka panjang. Karena itu, PSAK 219 memberikan pedoman yang... - [Perbedaan Utama PSAK 219 dengan Standar Akuntansi Sebelumnya](https://azwiraktuaria.co.id/perbedaan-utama-psak-219-dengan-standar-akuntansi-sebelumnya/): Perubahan standar akuntansi sering dianggap hanya sebagai perubahan nomor atau istilah. Padahal, bagi perusahaan yang memiliki kewajiban imbalan kerja, perubahan standar dapat memengaruhi proses penyusunan laporan keuangan, kebutuhan dokumentasi audit, hingga kualitas informasi yang digunakan manajemen dalam mengambil keputusan. Peralihan dari PSAK 24 menjadi PSAK 219 merupakan salah satu contoh yang perlu dipahami dengan baik. Banyak perusahaan mengira tidak ada perubahan yang perlu diperhatikan karena substansi pengaturan masih mengacu pada standar yang sama. Namun, dari sudut pandang implementasi, transisi ini tetap memerlukan perhatian agar kepatuhan terhadap standar akuntansi tetap terjaga dan proses audit berjalan lancar. Informasi ini sejalan dengan perubahan nomenklatur... - [Ruang Lingkup dan Definisi Imbalan Kerja Berdasarkan PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/ruang-lingkup-dan-definisi-imbalan-kerja-berdasarkan-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya imbalan kerja ketika proses audit tahunan dimulai. Pada saat auditor meminta dokumentasi perhitungan kewajiban imbalan kerja, tidak sedikit perusahaan yang menemukan bahwa kebijakan internal, data karyawan, maupun metode perhitungan yang digunakan belum sepenuhnya sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari perlunya penyesuaian laporan keuangan hingga tambahan proses klarifikasi selama audit. Oleh karena itu, memahami ruang lingkup dan definisi imbalan kerja berdasarkan PSAK 219 bukan hanya menjadi kebutuhan tim keuangan, tetapi juga penting bagi manajemen perusahaan dalam mengelola kewajiban jangka panjang secara lebih terencana. PSAK 219 memberikan pedoman mengenai bagaimana... - [Panduan Lengkap Memahami PSAK 219 tentang Imbalan Kerja](https://azwiraktuaria.co.id/panduan-lengkap-memahami-psak-219-tentang-imbalan-kerja/): Perubahan standar akuntansi sering kali dianggap hanya berdampak pada tim keuangan. Padahal, ketika menyangkut imbalan kerja, dampaknya dapat meluas hingga ke pengelolaan sumber daya manusia, hasil audit, perencanaan kas, hingga pengambilan keputusan strategis perusahaan. Tidak sedikit perusahaan yang baru menyadari besarnya kewajiban imbalan kerja ketika proses audit berlangsung atau ketika terjadi perubahan jumlah karyawan secara signifikan. Kondisi ini dapat menimbulkan penyesuaian laporan keuangan yang sebenarnya dapat diantisipasi sejak awal melalui penerapan standar yang tepat. Sejak perubahan penomoran standar akuntansi di Indonesia, PSAK 219 menjadi acuan dalam pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan imbalan kerja, menggantikan penomoran sebelumnya yaitu PSAK 24. Meskipun prinsip... - [Pengaruh Gender terhadap Perhitungan Pensiun Karyawan](https://azwiraktuaria.co.id/pengaruh-gender-terhadap-perhitungan-pensiun-karyawan/): Perusahaan sering kali lebih fokus pada pembayaran manfaat pensiun saat karyawan memasuki masa pensiun. Padahal, tantangan yang sebenarnya muncul jauh sebelumnya, yaitu ketika perusahaan harus memperkirakan besarnya kewajiban tersebut secara akurat. Kesalahan dalam perhitungan dapat berdampak pada laporan keuangan, perencanaan arus kas, hingga proses audit. Salah satu faktor yang sering menjadi perhatian dalam valuasi aktuaria adalah karakteristik demografi karyawan, termasuk gender. Perbedaan karakteristik ini bukan dimaksudkan sebagai bentuk perlakuan yang berbeda, melainkan sebagai bagian dari proses perhitungan aktuaria yang bertujuan menghasilkan estimasi kewajiban yang lebih realistis. Bagi perusahaan yang menerapkan PSAK 219 untuk pencatatan imbalan kerja, memahami faktor-faktor yang memengaruhi perhitungan... - [Peran Konsultan Aktuaria dalam Membantu Perusahaan Menuju Bursa Efek Indonesia](https://azwiraktuaria.co.id/peran-konsultan-aktuaria-dalam-persiapan-ipo-perusahaan/): Membawa perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan salah satu langkah strategis untuk memperoleh pendanaan, meningkatkan kredibilitas, dan memperluas peluang pertumbuhan bisnis. Namun, proses Initial Public Offering (IPO) tidak hanya menuntut kinerja bisnis yang baik, tetapi juga kesiapan dari sisi tata kelola, kepatuhan, dan transparansi laporan keuangan. Banyak perusahaan berfokus pada pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas, tetapi baru menyadari pentingnya aspek aktuaria ketika proses audit atau due diligence telah berjalan. Salah satu area yang sering menjadi perhatian adalah kewajiban imbalan kerja karyawan, yang harus disajikan secara wajar dalam laporan keuangan. Pada tahap inilah konsultan aktuaria memiliki peran penting dalam membantu perusahaan... - [Peran Konsultan Aktuaria dalam Due Diligence Imbalan Kerja Sebelum Merger dan Akuisisi](https://azwiraktuaria.co.id/peran-konsultan-aktuaria-dalam-due-diligence-imbalan-kerja/): Merger dan akuisisi sering menjadi strategi perusahaan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis. Namun, keberhasilan sebuah transaksi tidak hanya ditentukan oleh nilai aset, pangsa pasar, atau potensi pendapatan perusahaan yang akan diakuisisi. Ada satu aspek yang kerap luput dari perhatian, yaitu kewajiban imbalan kerja kepada karyawan. Kewajiban ini mungkin tidak terlihat secara langsung, tetapi dapat memberikan dampak signifikan terhadap nilai perusahaan. Jika tidak dianalisis dengan tepat sebelum transaksi dilakukan, perusahaan pengakuisisi berpotensi menanggung beban keuangan yang jauh lebih besar dari perkiraan. Inilah alasan mengapa proses due diligence imbalan kerja menjadi bagian penting dalam merger dan akuisisi. Dalam praktiknya, konsultan aktuaria berperan membantu perusahaan... - [Mengapa Banyak Perusahaan Beralih ke Program Pensiun Iuran Pasti?](https://azwiraktuaria.co.id/mengapa-perusahaan-beralih-ke-program-pensiun-iuran-pasti/): Bagi banyak pemilik perusahaan dan praktisi HR, salah satu momen yang sering menimbulkan pertanyaan adalah ketika laporan aktuaria tahunan menunjukkan kewajiban imbalan kerja yang terus meningkat. Dalam beberapa kasus, nilai kewajiban tersebut dapat mencapai angka yang signifikan dan berdampak langsung terhadap laporan keuangan perusahaan. Situasi ini membuat banyak perusahaan mulai mengevaluasi kembali strategi pengelolaan program pensiun mereka. Tidak sedikit perusahaan yang sebelumnya menggunakan program manfaat pasti kemudian beralih ke program iuran pasti. Perubahan ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi didorong oleh pertimbangan bisnis, pengelolaan risiko, dan kepastian biaya jangka panjang. Memahami Perbedaan Program Manfaat Pasti dan Program Iuran Pasti Sebelum membahas... - [Biaya Jasa Lalu: Ketika Peningkatan Manfaat Karyawan Berdampak pada Laporan Keuangan Perusahaan](https://azwiraktuaria.co.id/biaya-jasa-lalu-imbalan-kerja-konsultan-aktuaria/): Peningkatan manfaat pensiun atau pesangon sering dianggap sebagai langkah positif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Dari sisi sumber daya manusia, kebijakan ini dapat memperkuat loyalitas, meningkatkan motivasi kerja, dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap karyawannya. Namun di balik keputusan tersebut, terdapat konsekuensi keuangan yang sering kali tidak disadari sejak awal. Tidak sedikit perusahaan yang terkejut ketika perubahan manfaat karyawan justru menyebabkan lonjakan kewajiban dalam laporan keuangan. Dalam praktik aktuaria dan pelaporan keuangan, kondisi ini dikenal sebagai Biaya Jasa Lalu (Past Service Cost). Komponen ini dapat muncul secara langsung ketika perusahaan mengubah program imbalan kerja yang sudah berjalan dan sering menjadi perhatian auditor, tim... - [WEBINAR: Dealing with Quarter-Life Crisis](https://azwiraktuaria.co.id/wb2/): Apakah fenomena Quarter-Life Crisis (QLC) di tempat kerja sedang membayangi produktivitas tim Anda? Bagi HR Manager, cemasnya karyawan usia 20-an hingga awal 30-an bukan sekadar urusan personal, melainkan risiko finansial dan operasional nyata bagi perusahaan. Ketika talenta terbaik mulai mempertanyakan tujuan hidup mereka, risiko turnover melonjak. Pertanyaannya: Bagaimana HR mengukur risiko ini dan memberikan “rasa aman” yang konkret, sekaligus memenuhi standar kepatuhan keuangan? Ikuti Webinar Interaktif 3 Jam (Sesi Pemaparan Padat & Deep Q&A Section):💡 Dealing with Quarter-Life Crisis: Pendekatan Manajemen Talenta & Aktuaria (PSAK 219) 🎙️ Pembicara 1: Agung Setiyo Wibowo(Pengarang Buku “The Calling: Seni Menemukan Panggilan Hidup”)📌 Topik: Navigating... - [Curtailment vs Settlement: Memahami Perbedaannya dan Dampaknya bagi Perusahaan](https://azwiraktuaria.co.id/curtailment-vs-settlement-dalam-imbalan-kerja/): Perusahaan yang sedang melakukan restrukturisasi, program pensiun dini, penutupan unit usaha, atau perubahan besar dalam kebijakan ketenagakerjaan sering menghadapi pertanyaan yang sama: bagaimana dampaknya terhadap kewajiban imbalan kerja dan laporan keuangan? Dalam praktiknya, dua istilah yang sering muncul adalah curtailment dan settlement. Bagi banyak HR Manager, Finance Manager, maupun pemilik perusahaan, kedua istilah ini terdengar teknis dan sulit dipahami. Padahal, perbedaan keduanya dapat memengaruhi nilai kewajiban imbalan kerja, laba rugi perusahaan, hingga proses audit. Memahami perbedaan curtailment dan settlement membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih tepat ketika menghadapi perubahan tenaga kerja atau program manfaat karyawan. Ketika Perubahan Organisasi Mempengaruhi Kewajiban Imbalan... - [Mengapa Biaya Jasa Kini Bisa Naik Tajam Meski Jumlah Karyawan Tidak Banyak Berubah?](https://azwiraktuaria.co.id/mengapa-biaya-jasa-kini-bisa-naik-tajam/): Banyak perusahaan merasa terkejut ketika menerima hasil valuasi aktuaria tahunan. Jumlah karyawan relatif stabil, kenaikan gaji masih dalam batas normal, tetapi kewajiban imbalan kerja yang harus dicatat dalam laporan keuangan justru meningkat cukup signifikan. Situasi seperti ini sering menimbulkan pertanyaan dari manajemen, tim HR, maupun bagian keuangan. Tidak jarang muncul anggapan bahwa terjadi kesalahan perhitungan atau perubahan asumsi yang terlalu agresif. Padahal, dalam banyak kasus, lonjakan tersebut merupakan konsekuensi alami dari karakteristik perhitungan aktuaria itu sendiri. Salah satu komponen yang sering menjadi penyebab utama adalah Biaya Jasa Kini (Current Service Cost). Memahami komponen ini penting karena berpengaruh langsung terhadap beban imbalan... - [Dampak Projected Unit Credit Method terhadap Kewajiban Imbalan Kerja Perusahaan](https://azwiraktuaria.co.id/dampak-projected-unit-credit-method/): Banyak perusahaan baru mulai memperhatikan perhitungan aktuaria ketika angka kewajiban imbalan kerja dalam laporan keuangan meningkat dari tahun ke tahun. Auditor mulai meminta penjelasan tambahan, tim keuangan mempertanyakan perubahan angka, dan manajemen ingin memahami mengapa kewajiban tersebut bergerak meskipun program imbalan kerja tidak mengalami perubahan signifikan. Dalam banyak kasus, salah satu faktor utama yang memengaruhi perubahan tersebut adalah metode aktuaria yang digunakan dalam perhitungan kewajiban imbalan kerja, yaitu Projected Unit Credit Method (PUC). Meskipun terdengar teknis, metode ini memiliki dampak langsung terhadap laporan keuangan, audit, dan pengambilan keputusan bisnis perusahaan. Memahami Projected Unit Credit Method dengan Cara yang Lebih Sederhana Projected... - [Actuarial Services dan Legal Compliance: Mengapa Kepatuhan Hukum Membutuhkan Pendekatan Aktuaria](https://azwiraktuaria.co.id/actuarial-services-dan-legal-compliance/): Banyak perusahaan merasa sudah berada di posisi yang aman karena laporan keuangan tersusun rapi dan proses audit berjalan tanpa kendala. Namun, tantangan sering muncul ketika perusahaan harus memastikan kepatuhan terhadap berbagai ketentuan yang berkaitan dengan imbalan kerja, seperti pesangon, program pensiun, dan manfaat pasca kerja. Dalam praktiknya, kepatuhan hukum tidak hanya berkaitan dengan kontrak kerja atau peraturan perusahaan. Angka-angka yang tercantum dalam laporan keuangan juga memiliki konsekuensi hukum yang perlu diperhatikan. Karena itu, peran konsultan aktuaria menjadi semakin penting, tidak hanya untuk kebutuhan pelaporan keuangan tetapi juga untuk mendukung legal compliance perusahaan. Mengapa Legal Compliance Menjadi Perhatian Perusahaan? Kepatuhan hukum dalam... - [Jasa Aktuaria sebagai Pendukung PSAK 219: Mengapa Perusahaan Membutuhkan Pendekatan yang Tepat?](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria-sebagai-support-psak-219/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya PSAK 219 ketika angka kewajiban imbalan kerja dalam laporan keuangan mulai meningkat, auditor meminta penjelasan tambahan, atau manajemen kesulitan memahami penyebab perubahan kewajiban dari tahun ke tahun. Dalam situasi seperti ini, pertanyaan yang sering muncul bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang risiko, kepatuhan, dan dampaknya terhadap bisnis secara keseluruhan. Di sinilah peran konsultan aktuaria menjadi penting. Bukan sekadar melakukan perhitungan, tetapi membantu perusahaan memahami kewajiban jangka panjang yang berkaitan dengan karyawan serta dampaknya terhadap laporan keuangan dan pengambilan keputusan bisnis. PSAK 219 dan Tantangan yang Sering Dihadapi Perusahaan PSAK 219 mengatur bagaimana perusahaan mengakui, mengukur,... - [DPLK Mengurangi Liabilitas Perusahaan: Fakta atau Mitos?](https://azwiraktuaria.co.id/dplk-mengurangi-liabilitas-perusahaan-fakta-atau-mitos/): Banyak perusahaan merasa lebih tenang setelah mengikuti program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Tidak sedikit manajemen yang beranggapan bahwa setelah perusahaan menyetorkan iuran ke DPLK, kewajiban pensiun sudah berpindah sepenuhnya ke lembaga pengelola dana pensiun. Pandangan tersebut memang cukup umum. Dari sisi operasional, DPLK terlihat sederhana dan membantu perusahaan mengelola program pensiun dengan lebih terstruktur. Namun ketika memasuki proses audit, penyusunan laporan keuangan, atau valuasi aktuaria, pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa kewajiban imbalan pasca kerja masih harus dihitung? Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan bagi HR, tim keuangan, maupun manajemen perusahaan. Apakah DPLK benar-benar mengurangi liabilitas perusahaan, atau hanya mengurangi sebagian... - [PSAK 219 dan Imbalan Pasca Kerja: Mengapa Perusahaan Perlu Memahami Kewajiban Jangka Panjangnya](https://azwiraktuaria.co.id/psak-219-imbalan-pasca-kerja/): Banyak perusahaan baru benar-benar menyadari besarnya kewajiban imbalan pasca kerja ketika laporan keuangan mulai menunjukkan angka yang signifikan. Auditor mulai meminta penjelasan lebih rinci, tim keuangan harus menjelaskan perubahan kewajiban yang terjadi, dan HR perlu memahami dampak kebijakan ketenagakerjaan terhadap biaya perusahaan di masa depan. Situasi seperti ini sering muncul ketika perusahaan mulai menerapkan atau mengevaluasi kepatuhan terhadap PSAK 219. Padahal, jika dipahami secara lebih mendasar, PSAK 219 bukan sekadar standar akuntansi. Standar ini membantu perusahaan melihat dan mengelola komitmen jangka panjang kepada karyawan secara lebih terukur dan transparan. Imbalan pasca kerja bukan hanya angka dalam laporan keuangan. Di balik angka... - [Hedging Liabilitas Imbalan Kerja dari Risiko Inflasi: Mengapa Perusahaan Perlu Memperhatikannya](https://azwiraktuaria.co.id/hedging-liabilitas-imbalan-kerja-risiko-inflasi/): Inflasi sering kali dianggap sebagai tantangan ekonomi yang memengaruhi biaya operasional sehari-hari. Namun, dampaknya tidak berhenti pada kenaikan harga barang dan jasa. Bagi perusahaan yang memiliki kewajiban imbalan kerja kepada karyawan, inflasi juga dapat memengaruhi besarnya liabilitas yang harus dicatat dan dipersiapkan dalam jangka panjang. Tidak sedikit perusahaan yang terkejut ketika nilai kewajiban imbalan kerja dalam laporan keuangan meningkat secara signifikan, meskipun jumlah karyawan relatif stabil. Dalam banyak kasus, salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan tersebut adalah inflasi yang berdampak pada proyeksi gaji dan manfaat karyawan di masa depan. Karena itu, pemahaman mengenai risiko inflasi dan strategi untuk mengelolanya menjadi... - [Breakdown Beban Imbalan Kerja di Laporan Laba Rugi: Mengapa Laba Perusahaan Bisa Terlihat Lebih Kecil?](https://azwiraktuaria.co.id/breakdown-beban-imbalan-kerja-laporan-laba-rugi/): Banyak perusahaan mengalami situasi yang cukup membingungkan saat menyusun laporan keuangan tahunan. Kinerja operasional terlihat baik, penjualan meningkat, dan arus kas berjalan normal. Namun ketika laporan laba rugi selesai disusun, laba bersih ternyata lebih rendah dari yang diperkirakan. Salah satu penyebab yang sering muncul adalah beban imbalan kerja atau beban imbalan pasca kerja. Bagi banyak pemilik perusahaan, HR Manager, maupun Finance Manager, pos ini sering menimbulkan pertanyaan karena tidak selalu berkaitan dengan pengeluaran kas yang terjadi saat ini. Meski uangnya belum dibayarkan kepada karyawan, beban tersebut tetap harus diakui dalam laporan keuangan. Dalam praktiknya, beban imbalan kerja bukan sekadar angka akuntansi.... - [Memahami Maturity Profile Imbalan Kerja: Mengapa Perusahaan Perlu Memperhatikan Jadwal Pembayaran Kewajiban Karyawan](https://azwiraktuaria.co.id/maturity-profile-imbalan-kerja/): Banyak perusahaan rutin melakukan perhitungan imbalan kerja setiap tahun untuk kebutuhan audit dan pelaporan keuangan. Namun, tidak sedikit manajemen yang hanya berfokus pada besarnya kewajiban yang tercantum dalam laporan aktuaria tanpa memperhatikan satu informasi penting lainnya: kapan kewajiban tersebut harus dibayarkan. Padahal, dalam praktik bisnis, masalah sering muncul bukan karena perusahaan tidak mengetahui jumlah kewajibannya, tetapi karena perusahaan tidak siap ketika pembayaran harus dilakukan dalam jumlah besar pada waktu yang bersamaan. Kondisi ini sering terjadi pada perusahaan yang memiliki banyak karyawan dengan rentang usia yang relatif sama. Ketika sejumlah karyawan memasuki masa pensiun atau berakhir masa kerjanya dalam periode yang berdekatan,... - [Mengupas Tantangan PSAK 219: Hal yang Masih Sering Terlewat dalam Perhitungan Imbalan Kerja pada 2026](https://azwiraktuaria.co.id/tantangan-psak-219-yang-sering-terlewat-dalam-perhitungan-imbalan-kerja/): Perusahaan sering kali fokus pada operasional, pertumbuhan bisnis, dan target keuangan tahunan. Namun, ada satu area yang kerap baru menjadi perhatian ketika proses audit berlangsung atau saat laporan keuangan sedang disusun, yaitu perhitungan kewajiban imbalan kerja. Meskipun PSAK 219 telah menjadi acuan dalam pelaporan imbalan kerja, masih banyak perusahaan yang menghadapi tantangan dalam penerapannya. Permasalahan yang muncul bukan hanya soal kepatuhan terhadap standar akuntansi, tetapi juga terkait akurasi perhitungan, kualitas data, dan dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan. Bagi manajemen, HR, maupun tim keuangan, memahami area-area yang sering terlewat dalam penerapan PSAK 219 menjadi penting untuk menghindari koreksi audit, kesalahan pencatatan kewajiban,... - [Pengaruh Pergerakan Suku Bunga terhadap Liabilitas PSAK 219: Mengapa Perusahaan Perlu Memahaminya?](https://azwiraktuaria.co.id/pengaruh-suku-bunga-terhadap-liabilitas-psak-219/): Banyak perusahaan terkejut ketika nilai kewajiban imbalan kerja dalam laporan keuangan berubah cukup signifikan dari satu periode ke periode berikutnya, padahal jumlah karyawan relatif stabil dan tidak ada perubahan besar dalam kebijakan SDM. Dalam banyak kasus, perubahan tersebut bukan disebabkan oleh faktor internal perusahaan, melainkan oleh kondisi ekonomi yang lebih luas, termasuk perubahan tingkat suku bunga di pasar. Memasuki tahun 2026, isu ini tetap relevan. Pergerakan suku bunga, kebijakan moneter Bank Indonesia, dan kondisi pasar keuangan masih menjadi faktor yang dapat memengaruhi hasil perhitungan kewajiban imbalan kerja berdasarkan PSAK 219. Karena itu, manajemen perusahaan, tim keuangan, dan HR perlu memahami bagaimana... - [Menjaga Aset Pribadi di Tengah Tekanan Ganda Global & Domestik](https://azwiraktuaria.co.id/menjaga-aset-pribadi-di-tengah-tekanan-ganda-global-domestik/): Sekedar analisa dan pendapat Oleh :  Azwir Arifin, FSAI – Public Actuary – Act-1.17.00033 Melihat kondisi saat ini , situasi pasar keuangan kita  sedang mengalami tekanan berat yang saling mengunci. Rupiah telah menembus level psikologis baru di atas Rp 18.000, sementara IHSG terpuruk dalam di bawah 6.000 (jebol ke area 5.400-an). Untuk mengambil langkah antisipasi yang tepat, kita perlu melihat akar masalahnya secara jernih, baik dari faktor luar maupun dalam negeri: 1. Mengapa Tekanan Kali Ini Begitu Berat? KATALIS GLOBAL Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu flight to quality massal ke Dolar AS (USD). Ditambah lagi, OECD menurunkan proyeksi pertumbuhan... - [Biaya Jasa Kini dalam Perhitungan Imbalan Kerja: Mengapa Kewajiban Perusahaan Terus Bertambah?](https://azwiraktuaria.co.id/biaya-jasa-kini-dalam-perhitungan-imbalan-kerja/): Banyak perusahaan terkejut ketika melihat kewajiban imbalan kerja dalam laporan keuangan terus meningkat dari tahun ke tahun, padahal jumlah karyawan relatif stabil. Di sisi lain, tim HR dan keuangan sering menemukan adanya beban baru yang muncul dalam laporan laba rugi meskipun perusahaan belum mengeluarkan pembayaran pesangon atau manfaat pensiun kepada karyawan. Situasi ini sering menimbulkan pertanyaan: mengapa perusahaan harus mengakui biaya yang belum benar-benar dibayarkan? Salah satu jawabannya terletak pada komponen yang dikenal sebagai Biaya Jasa Kini (Current Service Cost) dalam perhitungan imbalan kerja. Komponen ini merupakan bagian penting dalam valuasi aktuaria yang digunakan untuk mengukur kewajiban perusahaan terhadap karyawan. Karyawan... - [Pengaruh Kepatuhan Hukum terhadap Perhitungan Imbalan Kerja Perusahaan](https://azwiraktuaria.co.id/pengaruh-kepatuhan-hukum-terhadap-perhitungan-imbalan-kerja/): Banyak perusahaan baru menyadari pentingnya perhitungan imbalan kerja ketika memasuki proses audit, pengajuan pinjaman bank, due diligence investor, atau menghadapi sengketa ketenagakerjaan. Pada saat itulah muncul pertanyaan penting: apakah kewajiban imbalan kerja yang tercatat dalam laporan keuangan sudah mencerminkan kondisi yang sebenarnya? Di tengah meningkatnya tuntutan transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik pada tahun 2026, pengelolaan kewajiban imbalan kerja tidak lagi hanya menjadi urusan HR. Topik ini telah berkembang menjadi isu kepatuhan yang melibatkan manajemen, tim keuangan, auditor, hingga pemegang saham. Bagi banyak perusahaan di Indonesia, memahami hubungan antara regulasi ketenagakerjaan, standar akuntansi, dan perhitungan aktuaria menjadi langkah penting untuk... - [PSAK 219 Imbalan Kerja: Mengapa Perusahaan Tidak Bisa Lagi Mengabaikannya?](https://azwiraktuaria.co.id/mengapa-psak-219-imbalan-kerja-penting-bagi-perusahaan/): Tidak sedikit perusahaan yang baru tersadar akan besarnya kewajiban imbalan kerja justru di momen yang kurang tepat — saat menghadapi gelombang pensiun, restrukturisasi organisasi, atau ketika auditor mulai meminta penjelasan. Angka yang muncul di atas meja kerap jauh melampaui estimasi awal manajemen. Padahal kewajiban itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan, tahun demi tahun, seiring setiap karyawan menambah masa kerjanya. Ketika tidak dihitung dan dicatat secara memadai, laporan keuangan perusahaan bisa memberikan gambaran yang jauh dari kondisi sesungguhnya. Di sinilah PSAK 219 — yang sebelumnya dikenal luas sebagai PSAK 24 — memainkan peran yang tidak bisa diabaikan. Sejak resmi berlaku efektif... - [Webinar : Agile Ways of Working](https://azwiraktuaria.co.id/wb1/): Agile Ways of Working — untuk Praktisi HR IndonesiaDi tengah tekanan transformasi bisnis 2026, peran HR tidak bisa lagi sekadar administratif.Tim HR dituntut menjadi enabler perubahan yang sesungguhnya.Bergabunglah dalam webinar eksklusif bersama dua narasumber berpengalaman: Dr. Puti Reno Ali, MBA — PhD in Business Agility, Certified Coach & Trainer, Founder PAS SolvingMembahas bagaimana membangun cara kerja yang kolaboratif, iteratif, dan adaptif melalui framework agile — dengan ritme kerja yang mendorong transparansi dan continuous improvement. Yasir, SE, MM, AK, CA, AAIJ, FIIS — Corporate Secretary, KKA Azwir Arifin & Rekan (Azwir Aktuaria)Mengupas literasi PSAK 219 — standar akuntansi imbalan kerja terbaru yang... - [Logika Aktuaria Dalam Permainan Golf : Strokes Gained & Risk Mitigation](https://azwiraktuaria.co.id/logika-aktuaria-dalam-permainan-golf-strokes-gained-risk-mitigation/): Apakah golf adalah permainan fisik atau permainan probabilitas? Sebagai profesional yang terbiasa dengan mitigasi risiko dan model statistik, saya melihat 18 lubang di lapangan bukan sekadar hobi, melainkan sebuah laboratorium statistik  yang hidup. Dari konsep Strokes Gained hingga meminimalkan Tail Risk, mari kita bedah bagaimana logika aktuaria dapat memangkas skor Anda lebih efektif daripada sekadar latihan fisik. LAPANGAN SEBAGAI PORTOFOLIO RISIKO ILMU AKTUARIA merupakan disiplin ilmu yang menggabungkan matematika, teori probabilitas, statistika, ilmu keuangan, ekonomi, dan pemrograman sedangkan AKTUARIS adalah seorang profesional yang memahami Ilmu Aktuaria yang dapat mengaplikasikan teori matematika, probabilita dan statistika, ilmu ekonomi dan keuangan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan aktual pada sebuah... - [Tren Tingkat Bunga Acuan & Dampaknya pada Valuasi Imbalan Kerja 2026](https://azwiraktuaria.co.id/tren-tingkat-bunga-acuan-dampaknya-pada-valuasi-imbalan-kerja-2026/): Memasuki tahun 2026, tren tingkat bunga acuan menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi perhitungan kewajiban imbalan kerja. Perubahan tingkat bunga, baik kenaikan maupun penurunan, secara langsung berdampak pada nilai kini kewajiban (present value) dalam laporan aktuaria sesuai standar akuntansi terbaru, yaitu PSAK 219 (sebelumnya PSAK 24). Secara umum, ketika tingkat bunga acuan meningkat, nilai kewajiban imbalan kerja cenderung menurun karena faktor diskonto yang lebih tinggi. Sebaliknya, jika tingkat bunga mengalami penurunan, perusahaan perlu mengantisipasi potensi peningkatan kewajiban yang dapat memengaruhi posisi keuangan dan rasio profitabilitas. Kondisi ini menjadi semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global dan kebijakan moneter yang masih... - [Mid-Year Review: 5 Indikator Kewajiban Aktuaria yang Harus Dievaluasi di Pertengahan 2026](https://azwiraktuaria.co.id/mid-year-review-5-indikator-kewajiban-aktuaria-yang-harus-dievaluasi-di-pertengahan-2026/): Memasuki pertengahan tahun 2026, perusahaan perlu melakukan mid-year review terhadap kewajiban aktuaria untuk memastikan kondisi keuangan tetap sehat dan sesuai regulasi. Evaluasi di tengah tahun menjadi semakin penting di tengah dinamika ekonomi, perubahan asumsi, serta tuntutan kepatuhan terhadap standar seperti PSAK 219 maupun regulasi ketenagakerjaan. Tanpa peninjauan berkala, potensi selisih kewajiban dapat muncul dan berdampak pada laporan keuangan akhir tahun. Berikut lima indikator utama kewajiban aktuaria yang sebaiknya dievaluasi pada pertengahan tahun: 1. Perubahan Data Karyawan Pergerakan karyawan seperti rekrutmen baru, resign, pensiun, maupun perubahan gaji dapat memengaruhi besaran kewajiban imbalan kerja. Mid-year review membantu memastikan bahwa data karyawan yang digunakan... - [5 Kesalahan Umum dalam Laporan Aktuaria yang Sering Ditemukan Auditor](https://azwiraktuaria.co.id/5-kesalahan-umum-dalam-laporan-aktuaria-yang-sering-ditemukan-auditor/): Dalam proses audit aktuaria, ketelitian dan konsistensi menjadi faktor krusial. Auditor tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga metodologi, asumsi, serta kepatuhan terhadap standar seperti PSAK 219 dan praktik aktuaria yang berlaku. Berikut lima kesalahan umum dalam laporan aktuaria yang sering menjadi temuan auditor: 1. Ketidakkonsistenan Asumsi Aktuaria Perbedaan asumsi antar periode tanpa penjelasan yang memadai — misalnya perubahan tingkat diskonto, mortalitas, atau tingkat kenaikan gaji — dapat menimbulkan pertanyaan terkait kewajaran hasil valuasi. 2. Dokumentasi Metodologi yang Tidak Memadai Laporan yang tidak menjelaskan metode perhitungan secara jelas (misalnya metode Projected Unit Credit) menyulitkan auditor dalam melakukan penelusuran dan verifikasi. Metode... - [Sri Mulyani Ingatkan Ancaman yang Dihadapi Profesi Aktuaris](https://azwiraktuaria.co.id/sri-mulyani-ingatkan-ancaman-yang-dihadapi-profesi-aktuaris-artikel-ini-telah-tayang-di-kompas-com-dengan-judul-sri-mulyani-ingatkan-ancaman-yang-dihadapi-profesi-aktuaris/): JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan “lampu kuning” untuk para aktuaris, yang merupakan salah satu profesi di bidang keuangan. Peringatan yang diberikan Sri Mulyani itu terkait erat dengan terjadinya disrupsi di era digital terhadap banyak profesi, salah satunya profesi aktuaris. “Profesi aktuaris juga tidak terlepas dari disrupsi akibat era digitalisasi,” begitu isi pidato Sri Mulyani yang dibacakan oleh Sekjen Kementerian Keuangan Hadianto di Expo Profesi Keuangan, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Hadianto melanjutkan pidato Sri Mulyani, ia bilang perkembangan teknologi mengakibatkan munculnya inovasi-inovasi baru dalam industri asuransi. Hal ini dinilai dapat menggantikan peran aktuaris oleh profesi lain. Sebagai contoh kata Hadianto,... - [Seminar KEIN Mengelola Potensi Ekonomi Indonesia 2018](https://azwiraktuaria.co.id/seminar-kein-mengelola-potensi-ekonomi-indonesia-2018/): Berikut adalah Presentasi dari Kementerian Koordinator Bidang perekonomian Republik Indonesia yang disampakian dalam seminar KEIN pada tanggal 17 Januari 2018, yang menjelaskan tentang : Ekonomi Indonesia, Outlook Ekonomi Indonesia & Kebijakan Ekonomi Indonesia. Mengelola Potensi Ekonomi Indonesia 2018 - [UGM Siap Buka Prodi S1 Ilmu Aktuaria](https://azwiraktuaria.co.id/ugm-siap-buka-prodi-s1-ilmu-aktuaria/): REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN — Universitas Gadjah Mada (UGM) siap membuka program studi baru yaitu S1 Ilmu Aktuaria. Prodi itu akan berada di bawah Fakultas MIPA, dan rencananya sudah akan hadir pada tahun ajaran 2018/2019 mendatang. Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswan UGM, Djagal Wiseso Marseno mengatakan, UGM telah memiliki persiapan matang membuka prodi S1 Ilmu Aktuaria. Termasuk, dari aspek sumber daya manusia dan infrastruktur. “Semoga pada tahun ajaran baru 2018 mendatang sudah bisa dibuka,” kata Djagal dalam seminar Pembangunan SDM Aktuaria di Industri Asuransi di FMPIA UGM, Senin (18/12). Menurut Djagal, Indonesia sedikit tertinggal dari Malaysia yang sudah sudah memiliki 60... - [Industri Asuransi Nasional Tumbuh Tapi Sangat Kekurangan Aktuaris](https://azwiraktuaria.co.id/industri-asuransi-nasional-tumbuh-tapi-sangat-kekurangan-aktuaris/): TEMPO.CO, Yogyakarta – Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia atau PAI, Rianto Ahmadi Djojosugito, menyebutkan industri asuransi nasional terus tumbuh. Namun, pertumbuhan industri asuransi ini tidak dibarengi dengan pertumbuhan aktuaris. Indonesia dinilai masih sangat kekurangan aktuaris, yaitu ahli matematika dalam perusahaan asuransi yang menghitung risiko, premi, cadangan, dan dividen. Rianto menyebutkan, saat ini aktuaris di Indonesia baru 500 orang, yang terdiri dari 250-an aktuaris associate dan 250 aktuaris fellow. “Jumlah tersebut belum mampu mencukupi kebutuhan aktuaris di 80-90 perusahaan asuransi yang ada,” kata dia saat berada di Universitas Gadjah Mada, Senin, 18 Desember 2017.  Baca: Tip Memilih Asuransi agar Tak Kecewa Idealnya, kata Rianto, kebutuhan aktuaris di Indonesia dalam waktu... - [Dorong Investasi Asing, DPB2 OJK Gelar Seminar Prospek dan Peluang Investasi](https://azwiraktuaria.co.id/dorong-investasi-asing-dpb2-ojk-gelar-seminar-prospek-dan-peluang-investasi/): Departemen Pengawasan Bank 2 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyelenggarakan seminar bertajuk Prospek dan Peluang Investasi di Indonesia bagi Kantor Perwakilan (KPw) Bank Asing di Menara Radius Prawira Lantai 25, Kompleks Perkantoran BI, Jakarta, Rabu (6/12). Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana akan menjadi keynote speech dalam seminar tersebut. Kegiatan itu turut dihadiri oleh pimpinan KPw Bank Asing dan pejabat dari BKPM, Bappenas, ESDM, serta BI. Penyelenggaraan seminar dilatarbelakangi oleh semakin tingginya minat investasi investor asing di Indonesia. Hal tersebut tercermin dari realisasi penanaman modal asing per September 2017 mencapai Rp318,5 triliun atau 62,1% dari total realisasi investasi yang sebesar Rp513,2 triliun. Sementara... - [Begini Keuangan Anda Seharusnya Ketika Usia 40 Tahun](https://azwiraktuaria.co.id/begini-keuangan-anda-seharusnya-ketika-usia-40-tahun/): Jakarta – Dalam tulisan-tulisan sebelumnya sudah dibahas bagaimana kondisi keuangan yang baik bagi anda yang berusia di 20 tahunan dan 30 tahunan. Nah kali ini kita bahas untuk anda yang sudah berusia di 40 tahunan. Ketika anda sudah di usia 40 tahunannya, banyak hal sudah berubah. Secara usia anda sudah sepantasnya lebih bijaksana dan belajar dari kesalahan hidup maupun kesalahan investasi. Di usia 40 tahun anda tidak lagi berpikir tentang diri anda sendiri, tapi sudah tentang anda dan keluarga dan masa depan keluarga anda. Di usia 40 tahunan, keluarga sudah menjadi pusat dari segala aktivitas pekerjaan dan hidup anda, termasuk juga keuangan.... - [Ini Pengeluaran Rumah Tangga yang Bisa Dihemat](https://azwiraktuaria.co.id/ini-pengeluaran-rumah-tangga-yang-bisa-dihemat/): Jakarta – Apakah anda sudah mulai rutin mencatat pengeluaran anda setiap bulan? Bila belum, sebaiknya anda segera mulai membuat catatan tersebut, karena dengan mencatat, anda tidak hanya mengingat atau mengira-ngira berapa besar pengeluaran anda, tapi sudah pasti dapat angkanya. Bagi anda yang sudah memiliki catatan pengeluaran dalam beberapa bulan terakhir, umumnya anda akan tersadar bahwa anda memiliki pengeluaran yang seharusnya bisa dihemat atau bahkan tidak perlu. Banyak kasus yang kami jumpai ternyata bemula dari pengeluaran yang seharusnya bisa dihemat atau dihilangkan, apa saja itu, berikut ulasannya. Biaya Berlangganan Ketika anda menuliskan pengeluaran bagian ini, anda akan tercengang sendiri karena banyak sekali anda... - [Celengan Lebih Tepat bagi Penabung Pemula](https://azwiraktuaria.co.id/celengan-lebih-tepat-bagi-penabung-pemula/): Jakarta – Sejak saat masih kecil kita sering diajarkan, baik oleh orang tua kita maupun oleh guru, untuk rajin menabung demi masa depan. Sekarang saatnya bagi kita untuk mengajak putra-putri atau keponakan kita menabung. Sedikit-sedikit, lama-lama jadi bukit. Begitu pepatah yang sering digunakan untuk memotivasi gerakan menabung. Banyak cara yang bisa dipilih untuk menabung. Bisa ditaruh di bawah bantal, dimasukkan ke celengan (piggy bank), atau bahkan dimasukkan ke rekening bank. Aktivitas menabung sebaiknya memang dimulai sejak dini sekali. Sejak anak-anak sudah mengerti arti uang. Banyak cara yang bisa dipilih untuk menabung. Bisa ditaruh di stoples atau tempat pensil yang sudah tidak terpakai,... ## Pages - [Kontak](https://azwiraktuaria.co.id/kontak/): [vc_row type=”in_container” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#ede8e4″ scene_position=”center” bottom_margin=”20″ text_color=”custom” custom_text_color=”#000000″ text_align=”left” row_border_radius=”custom” row_border_radius_applies=”bg” top_left_border_radius=”25″ top_right_border_radius=”25″ bottom_right_border_radius=”25″ bottom_left_border_radius=”25″ zindex=”1000″ row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column top_padding_desktop=”30″ constrain_group_100=”yes” bottom_padding_desktop=”30″ left_padding_desktop=”30″ constrain_group_101=”yes” right_padding_desktop=”30″ flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”20px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” column_padding_type=”advanced” gradient_type=”default”][divider line_type=”No Line” custom_height=”4vw”][vc_row_inner column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”horizontal” column_element_direction_tablet=”horizontal” column_element_direction_phone=”horizontal” column_element_alignment=”center” column_element_spacing=”10px” desktop_text_alignment=”center” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none”... - [Jasa Lainnya](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria/jasa-lainnya/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#898988″ scene_position=”center” top_padding=”5%” constrain_group_1=”yes” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”8%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”8%” top_padding_phone=”7%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”7%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column right_padding_desktop=”5%” right_padding_phone=”0″ bottom_margin_tablet=”10%” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.8″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” gradient_type=”default” column_padding_type=”advanced” content_layout=”default”][vc_row_inner column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” right_padding_desktop=”10%” right_padding_tablet=”5%” right_padding_phone=”3%” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none”... - [Perhitungan Liabilitas Perusahaan Asuransi](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria/perhitungan-liabilitas-perusahaan-asuransi/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#F15B29″ scene_position=”center” top_padding=”5%” constrain_group_1=”yes” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”8%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”8%” top_padding_phone=”7%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”7%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column right_padding_desktop=”5%” right_padding_phone=”0″ bottom_margin_tablet=”10%” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.8″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” gradient_type=”default” column_padding_type=”advanced” content_layout=”default”][vc_row_inner column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” right_padding_desktop=”10%” right_padding_tablet=”5%” right_padding_phone=”3%” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none”... - [Perhitungan Liabilitas Dana Pensiun](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria/perhitungan-liabilitas-dana-pensiun/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#80A764″ scene_position=”center” top_padding=”5%” constrain_group_1=”yes” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”8%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”8%” top_padding_phone=”7%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”7%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column right_padding_desktop=”5%” right_padding_phone=”0″ bottom_margin_tablet=”10%” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.8″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” gradient_type=”default” column_padding_type=”advanced” content_layout=”default”][vc_row_inner column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” right_padding_desktop=”10%” right_padding_tablet=”5%” right_padding_phone=”3%” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none”... - [Imbalan Kerja PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria/imbalan-kerja-psak-219/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#1F2657″ scene_position=”center” top_padding=”5%” constrain_group_1=”yes” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”8%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”8%” top_padding_phone=”7%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”7%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column right_padding_desktop=”5%” right_padding_phone=”0″ bottom_margin_tablet=”10%” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.8″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” gradient_type=”default” column_padding_type=”advanced” content_layout=”default”][vc_row_inner column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” right_padding_desktop=”10%” right_padding_tablet=”5%” right_padding_phone=”3%” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none”... - [PSAK 219](https://azwiraktuaria.co.id/psak-219/) - [Link](https://azwiraktuaria.co.id/link/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#192953″ full_height=”yes” columns_placement=”top” scene_position=”center” top_padding=”50″ text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_row_inner column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][image_with_animation image_url=”6016″ image_size=”thumbnail” max_width=”50%” max_width_mobile=”default” animation_type=”entrance” animation=”None” animation_movement_type=”transform_y” hover_animation=”none” alignment=”center” border_radius=”none” box_shadow=”none” image_loading=”default”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner column_margin=”default”... - [Download](https://azwiraktuaria.co.id/download/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#F1F2E7″ scene_position=”center” top_padding=”8%” left_padding_desktop=”10%” constrain_group_2=”yes” right_padding_desktop=”10%” text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” gradient_type=”default” shape_type=””][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_row_inner column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bottom_padding=”0″ text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” centered_text=”true” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” advanced_gradient_angle=”0″ gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” gradient_type=”default”][nectar_highlighted_text style=”none” custom_font_size=”3vw” font_size_tablet=”6vw” font_line_height=”1.2″ text_direction=”default”][/nectar_highlighted_text][/vc_column_inner][/vc_row_inner][/vc_column][/vc_row][vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”20px”... - [Azwir Aktuaria](https://azwiraktuaria.co.id/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” equal_height=”yes” content_placement=”top” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#d1d1ca” video_bg=”use_video” video_mp4=”https://azwiraktuaria.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Corporate_skyline_financial_network_202607211312.mp4″ background_video_loading=”default” scene_position=”top” top_padding=”10%” constrain_group_1=”yes” bottom_padding=”10%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” color_overlay=”#0a0a0a” overlay_strength=”0.5″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” shape_divider_height=”350″ bg_image_animation=”fade-in” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” shape_type=”mountains” gradient_type=”default”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”2/3″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_row_inner column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][split_line_heading line_reveal_by_space_text_effect=”default” font_style=”h1″ content_alignment=”default” mobile_content_alignment=”inherit”... - [Penawaran Khusus](https://azwiraktuaria.co.id/penawaran-khusus/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” equal_height=”yes” content_placement=”top” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” bottom_margin=”-40px” text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” overflow=”visible” id=”locations” enable_gradient=”true” color_overlay=”#fff0ed” color_overlay_2=”#ffffff” advanced_gradient_angle=”0″ overlay_strength=”1″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” shape_type=”” gradient_type=”default”][vc_column column_padding=”padding-4-percent” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”top-bottom” column_element_spacing=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_row_inner equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_margin=”30px” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” column_element_spacing=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” enable_animation=”true” animation=”fade-in-from-bottom” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][nectar_icon icon_family=”linecons” icon_style=”shadow-bg” icon_color_type=”color_scheme” icon_color=”white” icon_padding=”15px” icon_size=”24″ icon_linecons=”vc_li vc_li-megaphone”][/vc_column_inner][/vc_row_inner][vc_row_inner content_placement=”middle” column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner... - [Jasa Aktuaria](https://azwiraktuaria.co.id/jasa-aktuaria/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” top_padding=”5%” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”30%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”30%” top_padding_phone=”40%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”40%” text_color=”custom” custom_text_color=”#808181″ text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_t_to_right_b” shape_divider_color=”#f1f2e7″ shape_divider_position=”bottom” shape_divider_height=”50%” bg_image_animation=”zoom-out” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” shape_type=”straight_section”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” centered_text=”true” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”center” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”10px” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_t_to_right_b” overlay_strength=”0.8″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”zoom-out-reveal” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid” column_padding_type=”default” content_layout=”default” gradient_type=”default”][split_line_heading line_reveal_by_space_text_effect=”default” font_style=”h1″ text_color=”#1F2657″ stagger_animation=”true” content_alignment=”default” mobile_content_alignment=”inherit” animation_type=”line-reveal-by-space” link_target=”_self” text_content=”Jasa Aktuaria” animation_delay=”200″ text_direction=”default”][/split_line_heading][nectar_rotating_words_title heading_tag=”h3″ dynamic_text=”Imbalan Kerja Karyawan, Kewajiban Dana Pensiun, Perusahaan Asuransi, Jasa Lainnya” duration=”2500″ text_color=”#f78d23″ dynamic_heading_tag=”default” element_animation=”stagger_words” mobile_display=”inline” text_flow=”inline” element_animation_delay=”550″][/vc_column][/vc_row][vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default”... - [Profil](https://azwiraktuaria.co.id/profil/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” top_padding=”5%” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”30%” constrain_group_3=”yes” bottom_padding_tablet=”30%” top_padding_phone=”40%” constrain_group_5=”yes” bottom_padding_phone=”40%” text_color=”custom” custom_text_color=”#808181″ text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_t_to_right_b” shape_divider_color=”#f1f2e7″ shape_divider_position=”bottom” shape_divider_height=”50%” bg_image_animation=”zoom-out” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” shape_type=”straight_section”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”0px” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”center” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”10px” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_t_to_right_b” overlay_strength=”0.8″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”zoom-out-reveal” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][split_line_heading line_reveal_by_space_text_effect=”default” font_style=”h1″ stagger_animation=”true” content_alignment=”default” mobile_content_alignment=”inherit” animation_type=”line-reveal-by-space” link_target=”_self” text_content=”Profil” animation_delay=”200″ text_direction=”default”][/split_line_heading][nectar_rotating_words_title heading_tag=”h3″ dynamic_text=”Azwir Aktuaria, KKA Azwir Arifin dan Rekan” duration=”2500″ text_color=”#f78d23″ dynamic_heading_tag=”default” element_animation=”stagger_words” mobile_display=”inline” text_flow=”inline” element_animation_delay=”550″ text_direction=”default”][/vc_column][/vc_row][vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#ffffff” scene_position=”center” top_padding=”5%” bottom_padding=”5%” text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none”... - [Home](https://azwiraktuaria.co.id/home-lama/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” top_padding=”3%” bottom_padding=”5%” top_padding_tablet=”7%” bottom_padding_tablet=”10%” text_color=”custom” custom_text_color=”#d4c0ff” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” id=”impact” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” enable_shape_divider=”true” shape_divider_color=”#f1f2e7″ shape_divider_position=”bottom” shape_divider_height=”50%” bg_image_animation=”none” shape_type=”straight_section” gradient_type=”default”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][carousel script=”simple_slider” simple_slider_sizing=”percentage” simple_slider_height=”50vh” simple_slider_pagination_controls=”true” simple_slider_pagination_coloring=”light” simple_slider_pagination_alignment=”right” simple_slider_transition_type=”slide” simple_slider_parallax=”true” simple_slider_wrap=”true” autorotate=”true” autorotate_type=”default” autorotation_speed=”6000″ simple_slider_min_height=”500″][item simple_slider_bg_image_url=”6040″ simple_slider_bg_image_position=”left-center” simple_slider_font_color=”#000000″ simple_slider_overlay_strength=”0.3″ simple_slider_bg_image_loading=”default” flickity_bg_image_loading=”default” flickity_item_link_type=”regular” simple_slider_gradient_direction=”left_to_right” bg_image_url=”” bg_image_position=”default” image_url=”” id=”1778038108439-4″ tab_id=”1778038108439-10″ title=”Item” content_layout=”default” advanced_gradient_display_type=”linear”][vc_row_inner equal_height=”yes” content_placement=”middle” column_margin=”none” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit”... - [Halaman Depan](https://azwiraktuaria.co.id/halaman-depan/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” equal_height=”yes” content_placement=”bottom” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” bg_color=”#d1d1ca” bg_image=”https://themenectar.com/img/demo-media/unsplash/webp/large-building-business.webp” bg_image_type=”default” bg_position=”center center” background_image_loading=”default” bg_repeat=”no-repeat” scene_position=”center” top_padding=”15%” bottom_padding=”13%” text_color=”light” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” color_overlay=”#0a0a0a” overlay_strength=”0.5″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” shape_divider_height=”350″ bg_image_animation=”fade-in” parallax_bg=”true” parallax_bg_speed=”fast” shape_type=”mountains”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/2″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][vc_row_inner column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” text_align=”left” row_position=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” pointer_events=”all”][vc_column_inner column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” overflow=”visible” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][split_line_heading line_reveal_by_space_text_effect=”default” font_style=”h1″ content_alignment=”default”... - [Berita dan Artikel](https://azwiraktuaria.co.id/berita-dan-artikel/): [vc_row type=”full_width_background” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” top_padding=”3%” bottom_padding=”60″ text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” shape_type=”” gradient_type=”default”][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self” column_position=”default” gradient_direction=”left_to_right” overlay_strength=”0.3″ width=”1/1″ tablet_width_inherit=”default” animation_type=”default” bg_image_animation=”none” border_type=”simple” column_border_width=”none” column_border_style=”solid”][recent_posts style=”single_large_featured” large_featured_padding=”8%” button_color=”Accent-Color” button_arrow_style=”default” load_in_animation=”none” single_large_featured_content_side_spacing=”default” single_large_featured_content_alignment=”middle” large_featured_content_max_width=”default” bg_overlay=”solid_color” large_featured_heading_tag=”default” category=”all” order=”DESC” orderby=”rand” image_loading=”default”][/vc_column][/vc_row][vc_row type=”in_container” full_screen_row_position=”middle” column_margin=”default” column_direction=”default” column_direction_tablet=”default” column_direction_phone=”default” scene_position=”center” bottom_padding=”30″ text_color=”dark” text_align=”left” row_border_radius=”none” row_border_radius_applies=”bg” row_position_desktop=”default” row_position_tablet=”inherit” row_position_phone=”inherit” overflow=”visible” overlay_strength=”0.3″ gradient_direction=”left_to_right” shape_divider_position=”bottom” bg_image_animation=”none” shape_type=””][vc_column column_padding=”no-extra-padding” column_padding_tablet=”inherit” column_padding_phone=”inherit” column_padding_position=”all” flex_gap_desktop=”10px” column_element_direction_desktop=”default” column_element_spacing=”default” desktop_text_alignment=”default” tablet_text_alignment=”default” phone_text_alignment=”default” background_color_opacity=”1″ background_hover_color_opacity=”1″ column_backdrop_filter=”none” column_shadow=”none” column_border_radius=”none” column_link_target=”_self”... ## Optional - [Agent (MCP protocol)](websites-agents.hostinger.com/azwiraktuaria.co.id/mcp) [comment]: # (Generated by Hostinger Tools Plugin)